Monday, November 10, 2008


“masa pendeta ko kaya gitu…….?”

“ko…. Majelis hidupnya gitu……..?”
“katanya tiap hari pelayanan tapi sama aja………….”

Ini adalah sebagian penggalan kata yang sering kita dengar bahkan mungkin kita ucapkan…. Kata-kata tersebut menunjukan bahwa hidup sesuai dengan firman, sering kita bayangkan hanya menjadi milik segelintir orang…. Milik mereka yang hidup diseputar institusi gereja…..

Sementara yang berada di luar gereja, dapat hidup dengan bebas… tanpa tuntutan firman bahkan bebas dalam menilai orang lain….. apakah demikian?

Bukankah kita menerima anugrah keselamatan yang sama? Allah memberikan anugrah keselamatan kepada setiap orang, sehingga kita semua pun mempunyai tuntutan yang sama untuk mensyukuri anugrah itu melalui hidup kita…

hidup adalah garis bukan titik…
bila di satu titik kita jatuh… bangkit…lanjutkan titik baru sehingga hidup kita dapat membuat garis yang menyenangkan hati Tuhan……

Wednesday, October 15, 2008

Binggung pilih gereja....????.....
Dimasa sekarang gereja sudah menjadi seperti rumah makan... tinggal dipilih, tergantung minat kita....
Bila dilihat dari liturgi kebaktian minggu kita tinggal pilih:
Mau yang pake musik klasik....
Mau yang pake musik rok...
Mau yang lengkap dengan dancer juga ada...

Dari sisi khotbah, ada banyak gaya....
Tersedia khotbah yang penuh dengan tafsiran teologi...
Ada yang penuh dengan homur... bisa membuat pendengar ketawa sampai puas...
Ada yang lama..... ada yang pendek....

Ada atau tidaknya mujizat... juga sering menjadi pertimbangan.....
Ada yang dapat berbahasa roh....
Ada yang manjur untuk penyembuhan..
Ada yang tidak bisa menyembuhkan...
Bahkan ada yang tidak percaya mujizat penyembuhan....

Perbedaan ini sejak dahulu menjadi salah satu sumber konflik antara sesama anggota gereja... “mencuri domba orang” adalah sebuah istilah yang sering terdengar. Isitilah ini juga sebenarnya membuktikan bahwa sering terjadi saling tuduh menuduh antara sesama anggota Tubuh Kristus. Pemuda dan remaja sering dilanda kebingungan... mau ke gereja yang satu tetapi merasa kaku karena tidak sesuai dengan tradisi selama ini.... mau tetap bertahan digereja yang satu... sering ngantuk kalau ikut ibadah....

Semua akhirnya bermuara pada satu pertanyaan, Gereja manakah yang benar....?

• Back to Bibble:
Eduard Schweizer dalam buku Church order in the New Testeament, memberikan gambaran bahwa bila kita melihat kepada bentuk atau model-model gereja dalam Perjanjian Baru kita akan menemukan berbagai model gereja
- Dalam Injil Matius adalah gereja yang menekankan ketaatan kepada hukum.
- Gereja dalam injil Lukas dan surat-surat Pastoral adalah gambaran gereja yang menekankan ajaran dari para rasul.
- Gereja dalam surat-surat Paulus cukup memberikan penekanan terhadap karunia-karunia roh,
- Sementara itu gereja dalam surat-surat Yohanes adalah gereja menekankan kepada peranan roh kudus sebagai bentuk protes terhadap gereja yang terlalu institusional.
Perbedaan pola pelayanan yang ada bukanlah hal yang dapat dipertentangkan begitu saja atau dicari jalan untuk menyatukannya sebab setiap gereja dalam Perjanjian Baru mempunyai konteksnya tersendiri. Di tengah-tengah perbedaan bentuk pelayanan yang ada gereja dalam Perjanjian Baru mempunyai prinsip-prinsip dasar yang sama.
Salah satu kesadaran yang fundamental adalah adanya kesadaran bahwa Allah yang berinisiatif untuk mengumpulkan umat. Panggilan Allah adalah panggilan untuk menjadi saksi bagi hadirnya kerajaan Allah. Hal ini berarti segala sesuatu dalam gereja hendaklah dilakukan demi kemuliaan Tuhan... entah itu pujian... entah itu khotbah... entah itu mujizat... atau hukum gereja sekalipun semuanya dilakukan hanya demi kemuliaan nama Tuhan... bukan sekedar untuk menarik atau mempertahankan “domba”.


• Gereja dengan identitas yang utuh:
Perjanjian Baru memberikan bermacam-macam model gereja. Tidak hanya gereja yang sangat mementingkan masalah ajaran, tradisi dan institusional tetapi juga memberikan contoh gereja yang mementingkan karunia-karunia Roh Kudus demi pembaharuan rohani sebagai bentuk protes terhadap gereja yang terlalu kaku dengan tradisi dan lembaga. Keseimbangan tempat yang diberikan oleh Perjanjian Baru menunjukan kepada kita bahwa gereja adalah gereja yang seharusnya memiliki identitas yang utuh, baik sisi tradisi, ajaran maupun spiritual.

Gereja yang ditampilkan dalam Perjanjian Baru adalah gereja yang terbuka kepada pembaharuan sebab setiap zaman dan setiap tempat mempunyai kebutuhan tersendiri... Melihat dan megevaluasi diri adalah bagian penting dalam sebuah perubahan untuk menjadi gereja yang benar... melihat sisi mana dari identitas gereja yang selama ini terlupakan.... dan Apakah seluruh identitas gereja yang ada, telah kita persembahkan bagi kemuliaan nama Tuhan yang telah mengumpulkan kita.... ?

Monday, August 25, 2008

Mimpi.......Zzz...Zzzzz...
Ada berbagai macam metode untuk mengetahui hidup seseorang, bisa dari garis tangan, bisa juga dilihat pakai daun teh, tanggal kelahiran tetapi juga bisa lewat mimpi.... mau tau ?

Menurut hasil pengamatan, ada beberapa tipe-tipe orang bila dilihat dari mimpinya.....
1.Orang yang selalu bermimpi.... orang seperti ini biasanya mempunyai dikit kerjaan dan lebih sering ngelamun......
2.Orang yang susah punya mimpi.... tipe seperti ini adalah orang yeng terlalu sibuk jadi ga punya waktu untuk ngelamun, saking kecapean, tidurnya ga pake mimpi....
3.Kalau yang ketiga ini adalah tipe orang yang hidup dalam mimpinya... Tuhan... adalah Tuhan yang bersedia memeluk mimpi-mimpi kita... Tuhan yang berkuasa untuk membuat mimpi jadi kenyataan.... bukankah Yusuf.... pernah bermimpi untuk menjadi pemimpin dan akhirnya Tuhan membuat Yusuf hidup dalam mimpinya ?
fren... jangan pernah takut bermimpi... lia pernah bermimpi untuk mengambil pascasarjana di Stt Jakarta... dan Tuhan itu dasyat, Bapa buat mimpi itu jadi kenyataan.. dan Tuhan kita adalah Tuhan yang sama...

Hasil pengamatan ini emang ga akurat, jauh dari valid tetapi ini berdasarkan fakta... diragukan, boleh tetapi harus dipercaya , jadi kalau kita alami gejala-gejala di atas segera hubungi....&%^% ? (isi sendiri ya.. mau dokter kek, dukun kek... tetapi yang tepat HANYA TUHAN... )

Friday, August 15, 2008

“A..... a..... Gubraaak...!@#$# aO... sakit.....!!” pernah dengar bunyi ini, dalam kegelapan ga? Kalau pernah, itu berarti kita pernah mendengar seseorang jatuh dalam gelap.... ini juga sepintas lamunan lia ketika mendengar lagu FirmanMu pelita bagi kakiku, terang bagi jalanku..... bagi kita yang terbiasa hidup dalam terang mana bisa hidup dalam kegelapan, yang ada juga kita benjol2..... biru2...... gara-gara jatuh atau nabrak melulu...
Sayangnya kita sering banget jalani hidup dengan tidak mengikuti pelita Tuhan... setiap ada pilihan, seperti milih pacar, sekolah,... kita milih sesuai selera kita.. ga pake tanya Tuhan.... kalau ngapa-ngapain malas doa.... giliran udah kena batunya, udah nangis-nangis bercucuran air mata dan ingus... baru nyesal.... kenapa ga tanya Tuhan.... bahkan tidak jarang kita malah complein sama Tuhan.... salah siapa, grasak-grusuk ga pake nanya...
Padahal mungkin sebenarnya Tuhan udah kasi warning untuk kita.... lewat firman, lewat orang-orang disekitar kita, lewat kejadian2 kecil dalam hidup kita... tapi karena kita hidup ga pake pelita jadi ga ada terang yang bisa buat kita menghindari lubang... hati kita ga peka dengar suara Tuhan... atau mungkin kita udah dengar tapi kitanya aja yang bandel, keras kepala... akhirnya... Gubrak.. braaak!!!!.....oaw.... jatuh lagi....
Setelah nulis ini lia jadi takut.... lia ga mau bolos saat teduh lagi deh... soalnya lia takut, biru-biru, benjol-benjol..... pesan lia bagi yang lagi baca... kalau jalan malam, bawa senter atau alat penerang ya... biar ga.. jatuh... jadi ingat pepatah tua.... mencegah kan lebih baik dari pada beli obat.... (kayanya ada yang salah dari pepatah ini.....?  )
Menunggu....
Eit.... jangan cemberut dulu membaca judulnya.. emangsih kayanya ga ada yang bakalan suka dengan dengan kata Menunggu....
Menunggu itu membosankan....
menunggu angkot, bisa bikin pegel kaki....
menunggu jawaban cinta dari seseorang, bisa bikin sesak hati...
menunggu makanan di restoran, bisa bikin perih lambung....
menunggu teman sambil minum2....bisa bikin kembung... ,
apapun keadaanya ga ada enaknya menunggu....
sekalipun ga enak, menunggu sering menjadi kenyataan yang harus kita jalani... seperti keadaan lia sekarang... tadi siang lia baru saja menyelesaikan tes toefl, bagian terakhir dari serangkaian perjalanan lia menuju Stt Jakarta... (menurut lia sih...) so.. sekarang lia masuk dalam tahap Menunggu...
Ternyata menunggu bisa membuat angan kita melambung, membumbung kaya tempurung.. (ko jadi ga sambung..)  nih... gara-gara ga ada kesibukan akhirnya lia jadi sering berandai-andai, seandainya diterima... seandainya ga diterima.... wah.. pokoknya pusing deh.... ketika bepusing ria.. lia teringat nasehat papa tersayang ketika lia menghadapi masalah nilai toefl yang ga cukup2... “li.. ini saatnya kamu pakai lututMu, kamu harus sering berlutut... dimanapun, kapanpun... waktu penantian adalah waktu dimana kamu bergumul dengan Tuhan...”.
Nasehat papa ini akhirnya menguatkan lia... bahwa sebenarnya masa-masa menunggu adalah masa dimana kita mendoakan pergumulan kepada Tuhan, biarlah yang terbaik yang Tuhan berikan kepada kita...
Lia jadi bertanya dalam hati... apakah semua ketaatan lia dan kedekatan lia dengan Tuhan emang benar-benar tulus... atau malah ada udang dibalik batu...? jangan sampai kedekatan lia dengan Tuhan hanya supaya lia bisa masuk STT Jakarta.... lia sadar bahwa seringkali hati kita menyimpan udang dibalik batu... (mati dong udangnya... kan ketindis batu....) kalau mau dapatin sesuatu kita bergumul dekat banget dengan Tuhan... padahal jangankan dibalik batu... ga ada tempat yang tersembunyi bagi Tuhan... apalagi hati manusia, hati dari ciptaanNya mana bisa main petak umpet sama Penciptanya....
Gara-gara motivasi ketaatan dan kedekatan dengan Tuhan yang salah, hasil yang didapet juga parah..... kalau jawaban Tuhan ga sama dengan kemauan kita... kita ngambek... :( kalau jawaban Tuhan sama dengan yang kita mau, kita bisa cepat lupain Tuhan, ....udah ga butuh Tuhan lagi, karena udah dapat kita mau... nanti kalau pingin apa lagi, baru cari Tuhan... jujur lia malu banget waktu sadar tentang ini...
Padahal kitakan... hamba, hidup adalah persembahan... itu berarti semuanya telah kita taruh di dalam tangan Tuhan... kita dekat sana Tuhan sebab Dialah yang empunya hidup ini... seharusnya apapun yang Tuhan berikan, sebagai hamba harus kita terima.. sebab Bapa pasti, ga bakal beri ular bagi anak-anak yang minta roti...
Tiba-tiba lia jadi ingat perjalanan lia dari awal sampai sekarang... bagaimana Tuhan memberikan misi untuk lia jalani... bagaimana Tuhan buka jalan di saat lia berpikir tidak ada jalan... bahkan jalan-jalan yang Tuhan buka itu membuat lia terpesona... Tuhan itu kreatif banget... (secara, Dia yang ciptain dunia.... ). Seperti cerita ratu ester.. Allah dapat membuat seorang buangan menjadi ratu demi tujuan menyelamatkan bangsa israel... Semuanya pengalaman ini membuat lia semangat bahwa jalan Tuhan ga bisa ditebak yang pasti jalan Tuhan adalah jalan yang terbaik...
Bapa, makasih.... dalam masa menunggu ini Tuhan mengingatkan lia untuk memurnikan motivasi dan menguatkan lia bahwa apapun jawabannya, Tuhan akan menyertai lia... Ternyata menunggu bersama Tuhan itu ga ngebosenin... saat-saat menunggu jawaban adalah saat dimana Tuhan mempersiapkan diri kita untuk menerima hasil yang Tuhan berikan.... saat kita bergumul dengan Tuhan....
Buat yang lagi dalam masa menunggu... saran lia.. ingat aja iklan teh sosro.. apapun penantian kita minumannya teh botol sosro...eh salah..  apapun jawabanNYa, berimanlah, itu yang terbaik dari Tuhan, hanya kasih ....

Thursday, August 7, 2008

si kecil yang mengarungi LaUTan...



Si kecil,
sampan...
bukan hal yang baru... tetapi sadarkah kita, sampan sekalipun ia kecil tetapi ia telah mampu mengarungi lautan yang luas... sehingga memenuhi kebutuhan hidup banyak sekali manusia, dari pinggir laut di sebuah desa terpencil sampai di tengah kota... 

fren, dari sebuah sampan kecil ini kita belajar bahwa sekalipun kita berasal dari sebuah keluarga sederhana, dari sebuah kota yang tak dikenal, kita tidak sebriliant para profesor, jangan menyerah mangarungi lautan cita-cita... biarkan Tuhan
mimpin sampan kehidupan kita... bukan tidak mungkin kita bisa mengarungi lautan cita-cita yang luas, Bukankah Tuhan yang menciptakan dunia ini..? Dia pemilik seluruh sekolah, perusahaan, kantor, negara... 

Jangan mundur sebelum melangkah...

Hidup adalah pilihan.. kita ingin menjadi apa nanti adalah pilihan, tetapi kita sebagai anak-anak Allah, sang pemilik hidup ini jangan pernah ragu dan takut untuk memilih cita-cita. Ga’ peduli latar belakang keluarga kamu, Ga’ peduli di mana kamu lahir dan dibesarkan... beranilah bercita-cita.
Tuhan yang menjadikan Yusuf, seorang anak bungsu yang dibenci oleh kakaknya menjadi orang kepercayaan Raja. Tuhan yang menjadikan Musa, pemimpin pembebasan sekalipun ia orang yang tidak pintar bicara. Tuhan yang menggunakan Daud seorang anak bungsu menjadi seorang raja Israel, adalah Tuhan yang sama, yang kita sembah sekarang...
Allah memberi kepada kita pilihan untuk memilih, kita ingin menjadi seperti apa ? dosen, pendeta, politikus, perawat, tukang ojek, sopir taksi.... Allah memberi kita kebebasan untuk memilih masa depan kita, dan aku sendiri memilih untuk mendalami hukum gereja sebagai persembahan yg akan aku berikan bagi kerajaan Allah....